Selasa, 08 Mei 2018

Ini Dampak yang Bisa Ditimbulkan Akibat Libur Lebaran Panjang


Pengusaha menilai penetapan libur Lebaran yang cukup panjang berpotensi mengganggu produktivitas perusahaan, terutama yang terkait dengan ekspor. Banyaknya libur juga dinilai membuat Indonesia kian sulit bersaing dengan negara lain.

"Kami menghormati hari Raya Keagamaan dan hari libur, itu hak pekerja, tetapi jangan sampai mengorbankan produktivitas," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J. Supit, di Jakarta, Senin (7/5).

Ditengah banyaknya libur di Tanah Air, menurut Anton, negara lain saat ini justru berlomba menambah jam pelayanan guna meningkatkan daya saing. Ia mencontohkan, Singapura dan Malaysia yanng memajukan jam perdagangan bursa efek agar tak kalah saing dengan bursa Hong Kong.

"Jadi, kalau tidak libur jangan diberi libur karena pasti mengganggu produktivitas, apalagi menyangkut ekspor," ungkap Anton.

Menurutnya, perusahaan biasanya sudah mempunyai jadwal yang diatur dari satu tahun sebelumnya. Jadwal tersebut berkaitan dengan perencanaan produksi, perencanaan ekspor, dan penentuan hari-hari liburnya.

"Kalau mendadak seperti ini kan bisa jadi persoalan, nama kita bisa jadi jelek, kena pinalti dan lain-lain," ucap Anton.

Perusahaan swasta, menurut dia, memang diberikan kebebasan untuk menentukan cuti bersama atau libur Lebaran. Namun, keputusan tersebut belum tentu adil bagi semua pekerja.

Sementara itu, Industri makanan dan minuman (mamin) menyebut berpotensi kehilangan omzet mencapai Rp50 triliun secara nasional, jika pemerintah benar-benar menerapkan kebijakan libur Lebaran 2018 menjadi 10 hari.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menyebut jumlah potensi kehilangan pendapatan itu sekitar 30 persen dari rata-rata pendapatan industri mamin nasional sebesar Rp150 triliun per bulan.

Sebelumnya, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk tak mengubah aturan cuti bersama atau libur Lebaran 2018 dan tetap berpegangan pada Surat Ketetapan Bersama (SKB) tiga menteri yang sebelumnya telah ditetapkan.

Cuti bersama PNS ditetapkan pemerintah empat hari sebelum lebaran, yakni 11, 12, 13 dan 13 Juni dan tiga hari setelah Lebaran, yakni 18, 19, dan 20 Juni. Adapun libur Lebaran jatuh pada tanggal 15 dan 16 Juni, sedangkan 17 Juni jatuh pada hari minggu. Dengan demikian, total libur Lebaran bagi PNS mencapai 10 hari.




---------------
--------------- 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar