Rabu, 07 Februari 2018

Presiden Filipina Duterte Tidak Ingin Jadi Diktator, Ini Janji Tegasnya


Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikenal tegas dalam melawan kejahatan, terutama terhadap pengedar narkoba. Dia telah menyatakan perang melawan narkoba. Bukan tanpa resiko atas apa yang dilakukan sang presiden, atas tindakannya itu telah mengundang kecaman karena dituduh telah menyebabkan lebih dari 7.000 nyawa melayang.

Di luar masalah penganganan narkoba, kini ada spekulasi yang berkembang yang menyebutkan dirinya berusaha mengubah konstitusi demi dapat menjabat sebagai presiden lebih lama. Seperti diketahui menurut undang-undang Filipina, maka masa jabatan Duterte sebagai presiden akan berakhir pada 2022.

Bagaimana reaksi Presiden Filipina Rodrigo Duterte menanggapi isu tersebut?

Diluar dugaan, Presiden Filipina itu mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan dengan mengizinkan militer dan polisi untuk menembaknya. Duterte mempersilakan para penegak hukum untuk menghentikannya jika dirinya menginginkan menjadi seorang diktator, seperti dilansir kompas (23/1/2018).

"Jika suatu saat saya ingin memerintah lebih lama dan menjadi diktator, tembak saya. Saya tidak bercanda," kata Duterte di hadapan pasukan militer Filipina pada Senin (22/1/2018).

"Jika saya memperpanjang masa jabatan saya meskipun hanya satu hari, saya meminta angkatan bersenjata dan polisi Filipina untuk tidak membiarkan saya ataupun orang lain mengacaukan konstitusi," lanjut Duterte dilansir Russian Time.

Presiden yang memerintah sejak 2016 itu mengatakan, sudah menjadi tugas militer dan polisi untuk mempertahankan konstitusi yang menetapkan satu masa jabatan presiden Filipina hanya selama enam tahun.

Duterte juga memberikan izin kepada militer maupun polisi menggunakan semua amunisi untuk menghentikannya. "Adalah tugas Anda (militer dan polisi) untuk melindungi konstitusi dan juga rakyat," kata Duterte dilaporkan Rappler.

"Jangan takut saya akan menjadi diktator. Saya tidak mengincar itu. Saya tidak menginginkannya dan tidak menyukainya," kata dia.

Duterte juga sebelumnya telah berjanji akan mundur jika dirinya berada dalam sejumlah kondisi, termasuk jika anggota keluarganya ada yang terlibat korupsi.

Itulah janji tegas sang presiden untuk selalu berpegang pada konstitusi negara. Boleh ditiru bagi pemimpin yang lain dan dijadikan pelajaran bagi yang ingin jadi pemimpin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar