Selasa, 13 Februari 2018

Inilah 10 Tipe Pagar Rumah yang Sesuai untuk Rumah Kesayangan Anda


Mengenal model, desain, bentuk, dan semua hal tentang pagar memang sangat menarik. Fungsi pagar bukan hanya untuk melindungi hunian bangunan rumah utama beserta propertinya saja, tetapi juga menjadikan penampilan rumah lebih indah dan cantik dari luar. Maka dari itu, jangan heran jika banyak pemilik rumah memilih model dan hiasan untuk pagar rumahnya masing-masing. Lalu, apakah kamu sudah melakukannya?

Jika belum, inilah berbagi informasi mengenai tipe pagar rumah yang cocok untuk tempat tinggal kesayanganmu! 

Tipe pagar rumah kayu

hgtvhome.com

Meski terkesan natural dan ramah lingkungan, bahan kayu akan cepat rusak jika terus menerus terpapar panas matahari dan guyuran hujan. Belum lagi keropos karena serangan rayap. Maka dari itu, kamu harus mencari jenis kayu yang bagus. Selain itu, perlu diberi atau disemprot obat anti rayap. Jangan lupa melapisi permukaannya dengan cat anti-air. 

Tipe pagar rumah minimalis besi

archdaily.com

Tipe pagar rumah yang sekarang banyak dipilih karena dianggap lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, biaya pemasangan serta perawatannya juga cukup terjangkau. Maka dari itu, jasa pemasangan pagar besi juga menjamur di tengah masyarakat. Berbagai desain dan model ditawarkan untuk dipilih para konsumen. Untuk memasangnya, harus diukur dan dilas dengan kuat, karena jika kurang perawatannya, pagar bisa cepat rusak. Beberapa tandanya seperti bekarat, keropos, sulit digerakkan, dan berbunyi berisik. 

Tipe pagar rumah minimalis baja ringan

homedit.com

Karena logam besi cukup berat dan mudah berkarat, ada pilihan lain saat kamu ingin membuat pagar rumah. Masih sejenis bahan logam, tapi anti karat dan lebih ringan. Bahan ini adalah baja ringan. Bahan logam yang satu ini mungkin banyak dikenal dalam pembuatan rangka atap rumah sebagai pengganti bahan kayu.

Ternyata, baja ringan juga bisa diaplikasikan dalam pembuatan pagar rumah. Meskipun lebih tahan lama, bahan ini lebih mahal. Kamu perlu menanyakan terlebih dulu harga bahan sekaligus pemasangannya kepada pihak penjual agar bisa menyiapkan budget yang sesuai. 

Tipe pagar rumah tembok batu bata

pinterest.com

Masih banyak rumah yang mengaplikasikan tipe pagar rumah ini. Selain lebih murah pembuatannya, pagar tembok batu bata juga bisa didesain lebih fleksibel. Namun, perlu merencanakannya dengan kuat agar tahan lama. Pasalnya, pagar tembok semacam itu hanya terbuat dari tumpukan batu bata yang disusun rapi, lalu dilapisi dengan bahan campuran semen dan pasir hitam. Untuk pagar ini, jangan ragu memilih jenis batu bata berkualitas bagus, sehingga jadinya nanti juga sama-sama berkualitas. 

Tipe pagar rumah beton

fenceconcrete.co.uk

Pagar rumah yang satu ini sudah terjamin kuat dan tahan lama. Pagar beton terbuat dari cor-coran komposisi semen, pasir, serta bahan-bahan lain yang dibentuk menjadi pagar rumah. Jadi, sebelum membuatnya, perlu dibuat kerangka pagar dari lilitan baja terlebih dulu dengan desain, model, dan bentuk seperti apa. Setelah jadi, barulah mulai mengecor betonnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatannya memang mahal, tetapi sebanding dengan kualitas dan kekuatannya.


Tipe pagar rumah batu alam

pinterest.co.uk

Bahan batu alam tersebut menjadi komponen utama dalam pembuatan pagar rumah. Bukan hanya tempelan hiasan batu alam di permukaan tembok saja, tetapi juga batu alam dengan ukuran tertentu yang disusun rapi sehingga menjadi tembok pagar yang kokoh. Untuk kesan natural atau alami, batuan alam tersebut bisa dibiarkan menonjol di permukaan temboknya tanpa perlu ditutupi oleh lapisan semen. Namun sayangnya, sulit mencari bahan batu alam seperti itu di wilayah perkotaan.

Tipe pagar rumah dari tumbuhan atau semak-semakan

pinterest.com

Tipe pagar rumah ini biasanya masih banyak ditemui di wilayah pedesaan atau pinggiran. Di mana tiap hunian rumah di sana masih memiliki lahan tanah atau halaman cukup luas. Sebenarnya tak ada masalah jika tidak memagari halaman luas tersebut. Pasalnya, masyarakatnya sudah paham akan batas-batas tanah miliknya sendiri.

Namun, pagar halaman tetap bisa dibuat untuk membatasi dengan tanah milik tetangga ataupun jalan umum. Maka dari itu, dibuatlah pagar yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan atau semak-semak. Tumbuhan tersebut bisa ditanam di batas halaman rumah, lalu dirawat hingga besar dan lebat. Bahkan, kamu juga dapat membentuk pagar tumbuhan. 

Tipe pagar rumah dari bambu atau rotan

pinterest.com

Masih ada bahan alami yang dapat diaplikasikan menjadi pagar rumah. Salah satunya adalah bambu atau rotan. Sekarang bahan tersebut dapat didesain untuk dijadikan pagar rumah. Untuk kekuatan dan kekokohannya, bahan bambu perlu dikombinasikan dengan bahan lain, seperti beton, kayu, atau yang lainnya. Dijamin lebih terlihat natural dan elegan. Kamu yang ingin memilikinya harus melakukan perwatan ekstra agar pagar lebih tahan lama. Misalnya, mengecatnya secara berkala untuk melapisi permukaannya sekaligus melindungi dari panas dan hujan. 

Tipe pagar rumah perpaduan beton dan kayu

pinterest.com

Dengan mengkombinasikan dua bahan, tentunya kamu menginginkan kekuatan serta keindahan pada pagar rumah. Seperti perpaduan antara beton dan kayu. Bahan beton yang tak perlu diragukan lagi kekokohannya. Sementara bahan kayu bisa didesain sesuai bentuk yang kamu inginkan. Misalnya, pagar beton yang diselingi oleh pemasangan kayu di bagian tengahnya. Meskipun kuat dan bagus, jangan menyepelekan perawatan secara teratur supaya pagar nggak cepat rusak. 

Tipe pagar rumah kombinasi beton, kayu, dan besi

pinterest.co.uk

Kamu juga bisa mengkombinasikan tiga bahan berbeda untuk dibuat menjadi pagar rumah. Piilhan beberapa bahan yang bisa diaplikasikan, yaitu beton, kayu, dan besi. Bahan beton untuk bagian dasar dan pondasinya agar terjamin kekuatannya. Bahan kayu berfungsi sebagai kusen atau bagian pinggiran betonnya. Sementara itu, bahan besi dijadikan pemanis karena akan didesain lebih indah dan cantik.

Itulah 10 tipe pagar rumah yang bisa kamu pakai untuk melindungi rumah kesayanganmu. Yang mana yang kamu sukai? (dekoruma.com)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar