Kamis, 16 November 2017

Twitter Akhirnya Kaji Ulang Pemberian Centang Biru


Twitter akhirnya mengkaji ulang kebijakan penggunaan verifikasi centang biru. Perusahaan mikroblogging ini mengancam akan menghapus tanda verifikasi bagi akun-akun yang dianggap melanggar aturan penggunaan.

Kebijakan ini dibuat sejak Twitter pertama kali menghapus verifikasi centang biru untuk akun Synergy Milo Yiannopoulus pada Januari silam. Bukan hanya itu, Twitter kemudian memblokir akun itu dari layanannya.

"Verifikasi centang biru telah sejak lama dianggap sebagai tanda pengesahan. Kami memberikan akun verifikasi sebagai sebuah reputasi visual dan akan memperdalam hal ini," tulis Twitter dalam cuitannya.

"Kami seharusnya membahas ini sejak lama tapi tidak menjadikannya sebagai sebuah prioritas."

Dengan kata lain, Twitter mengakui adanya kesalahan saat memutuskan untuk memberikan verifikasi centang biru kepada publik sejak Juli 2016 lalu. Sementara, persepsi mengenai pemberian tanda verifikasi saat ini sudah semakin buruk.

"Persepsinya kini semakin buruk ketika kami mulai membuka verifikasi untuk publik dan akun-akun terverfikasi yang sama sekali tidak kami dukung."

Perusahaan yang dibangun Jack Dorsey ini kabarnya tengah mengerjakan sistem pemberian verifikasi dan otentifikasi baru. Namun pihak perusahaan memang belum merinci sistem verifikasi seperti apa yang nantinya akan digunakan.

Ancaman Twitter bagi pelanggar aturan kebijakan centang biru termasuk akun yang dianggap sengaja menyesatkan orang dengan mengubah nama tampilan seseorang.

Dilaporkan Engadget, penghapusan verifikasi centang biru juga diberlakukan bagi mereka yang mempromosikan kebencian dan/ atua kekerasan, meyerang atau mengancam orang lain berdasarkan perbedaan ras, suku, asal, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas gender, afiliasi keagamaan, usia, kecacatan, atau penyakit seacra langsung.

Termasuk juga akun organisasi pendukung atau inddividu yang mempromosikan hal-hal seperti disebutkan di atas. Akun penghasut atau terlibat dalam pelecehan orang lain, terlebih jika isinya menyebarkan ancaraman dan terorisme dipastikan masuk dalam 'daftar hitam' Twitter.

Pengguna yang menuliskan hal-hal yang berpotensi merugikan diri sendiri seperti buunuh diri atau terlibhat dalam aktivitas yang terhitung melanggar aturan Twitter, dapat dipastikan kehilangan hak verifikasi centang biru. (cnnindonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar