Jumat, 10 November 2017

Sriwijaya Andalkan Pesawat ATR Terbangi Rute Terpencil


Pesawat ATR-72 agaknya akan menjadi andalan maskapai penerbangan Sriwijaya Air untuk melayani rute-rute terpencil sebagai salah satu langkah perusahaan serta dukungan terhadap pemerintah dalam menjangkau pulau-pulau terluar.

"Untuk merajut pulau dan mendekatkan jarak, kami mendukung keinginan Bapak Menteri dan Instruksi Bapak Presiden untuk menerbangkan rute-rute terisolasi dengan membeli pesawat yang lebih fleksibel untuk diterbangkan ke pulau-pulau yang bisa dikatakan tertinggal," kata Direktur Utama Sriwijaya Chandra Lie dalam peringatan Hari Ulang Tahun Sriwijaya Air Group ke-14 di Tangerang, Jumat seperti dilansir antaranews.com (10/11/17).

Chandra Lie mengatakan hingga akhir tahun ini, akan datang lagi tiga pesawat ATR 72-600 dari total enam unit pesawat.

"Kita fokus di wilayah Indonesia Timur, seperti Kalimantan Papua, Bali dan Nusa Tenggara," katanya.

Dia menambahkan dengan memperhitungkan kemampuan dan kebutuhan kru pesawat, maka setiap tahun akan menambah sekurang-kurangnya 12 pesawat.

Selain pesawat ATR, Chandra menyebutkan juga pihaknya akan mendatangkan dua pesawat jet Boeing B737-800 NG untuk memperkuat armada Sriwijaya Air Group.

Dalam kesempatan sama, Direktur Komersial Sriwijaya Air Group Toto Nursatyo mengatakan tahun ini berharap seluruh pesawat yang dipesan tahun ini datang, jadi total ada 62 pesawat.

"Tahun ini ditargetkan 62 pesawat, tapi sekarang tinggal empat lagi. Saat ini baru 57 pesawat," katanya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya di HUT ke-14 Sriwijaya Air Group mengimbau agar Sriwjaya Air Group bisa lebih menjangkau daerah-daerah terpencil.

"Saya mengapresiasi di HUT ke-14 ini, Sriwijaya sudah memiliki 50 pesawat, berarti bisa menjangkat seluruh Tanah Air bahkan ke daerah-daerah yang terpinggirkan," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar