Selasa, 14 November 2017

Penderita Mag Dilarang Makan Mi Instan, Ini Penjelasannya


Bagi masyarakat Indonesia Mi instan merupakan makanan yang cukup populer dikonsumsi, bukan hanya mudah didapat tetapi juga praktis cara penyajiannya. Lebih dari itu banyak masyarakat yang lidahnya cocok dengan aneka rasanya. Tidak salah kalau Indonesia masuk deretan  negara di dunia sebagai konsumen terbesar mi instan 
 
Dibalik rasanya yang enak, terkait dengan mi instan ini ada info yang perlu Anda cermati   Benarkah kita dilarang mengonsumsi mi instan ketika mag menyerang?

Seperti dilansir detikHealth (13/11/17), menurut dr Kevin William Hutomo, proses pembuatan mi instan dilakukan dengan cara digoreng sampai kadar airnya tak ada lagi. Nah, proses penggorengan tersebut menyebabkan mi instan mengandung kadar lemak yang cukup tinggi sehingga memakan waktu lebih lama dipecah oleh usus halus.

"Makanan berlemak tinggi merupakan salah satu jenis yang perlu dihindari disaat penyakit maag sedang akut, karena proses pencernaan makanan yang mengandung lemak tinggi akan memakan waktu yang lebih lama saat dipecah di usus halus," tutur dr Kevin.

"Hal ini akan menyebabkan waktu pengosongan lambung menjadi tertunda, dan dapat membuat perut terasa kembung," lanjutnya lagi.

Namun dr Kevin menegaskan bahwa, sebenarnya yang perlu diwaspadai dari mengonsumsi mi instan adalah bumbunya karena mengandung garam yang tinggi. Rata-rata kandungan sodium pada mi instan sekitar 50 sampai 60 persen dari kebutuhan sodium perhari.

"Konsumsi garam perhari dianjurkan tidak lebih dari satu sendok teh. Kandungan sodium pada mi instan rerata 50 sampai 60 persen dari kebutuhan sodium perharinya," terang dr Kevin.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar